Garis Keberhasilan

mungkin sering didengar dengan istilah “upper the line & below the line”

definisi saya akan garis keberhasilan ini adalah “sebuah garis tipis yang memisahkan sikap-sikap kunci yang akan membawa kita menjadi seorang yang berhasil (winner) atau menjadi seorang yang gagal (victim). ada 3 sikap utama yang bisa membawa kita menjadi orang yang berhasil yaitu Responsible, Accountable & Ownership. dan 3 sikap utama yang akan membawa kita selalu menjadi seorang korban yaitu Blame, Execuse & Denial.

Ownership
 accountable
 Responsible
 — — — — — 
 blame
 Excuse
 Denial


Responsible adalah menjadi tingkatan pertama dari “upper the line” yang dapat diartikan sebagai kemampuan / kesiapan seseorang dalam mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan. entah dengan hasil baik atau buruk. sikap ini menjadi pembentuk pribadi yang siap menerima masukan / kritik, mampu untuk bangkit dan menjadi seorang yang tidak pernah menyerah.

Accountable menjadi sebuah sikap terus-menerus memastikan bahwa apa yang menjadi tanggung jawab kita harus dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan ekspektasi. dengan sikap ini dapat menjadikan kita pribadi yang selalu berusaha memberikan yang terbaik, percaya diri akan kemampuan dan kemauan.

Ownership menjadi tingkatan tertinggi dari sikap “upper the line” karena dengan memiliki sikap ownership dapat dipastikan bahwa dia akan menjadi pribadi yang responsible & accountable. pribadi ownership selalu berusaha memberi tanpa harus memperhitungkan apa yang akan didapat. sikap ownerhip akan selalu membawa dampak positif terhadap pribadi maupun lingkungan sekitar.


blame menjadi satu sikap pertama yang akan menjadikan kita seorang victim. karena blame adalah sikap yang selalu berusaha menyalahkan orang lain, keadaan dll atas apa yang terjadi. dengan blame akan menjadikan kita pribadi yang anti kritik, tertutup akan hal baru dan menghalangi proses pengembangan pribadi menjadi lebih baik.

Excuse adalah sikap yang selalu mencari pembenaran / alasan dari kondisi yang dialami. akan selalu ada alasan dari kondisi yang tidak dikehendaki. sikap excuse menutup kita untuk menjadi pribadi yang maju dan berkembang karena selalu mengartikan semua kondisi / kejadian adalah benar.

Denial menjadi tingkatan terendah dari sikap yang menjadikan kita seorang victim. karena denial dapat diartikan proses membuat pribadi percaya (sugesti) bahwa ada hal-hal yang tidak mungkin / tidak bisa / tidak akan. sehingga hal tersebut tidak akan pernah terwujud karena dari kepercayaan pribadi sendiri hal tersebut tidak mungkin / tidak akan bisa.


sebagai akhir, perlu diingat bahwa pemisah dari sikap-sikap penentu keberhasilan tadi dipisahkan oleh garis tipis. yang artinya kadang kala kita akan bersikap menjadi seorang victim dan kadang kala kita akan bersikap menjadi seorang winner tanpa disadari. so, selalu mewas diri, instrospeksi diri, bersukur adalah salah satu cara untuk selalu ingat akan sikap yang kita lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *