Modal CINTA apa cukup?

Maman adalah lulusan PTN terkemuka di jawa timur. Dia telah lulus sekitar 1 tahun yang lalu (tepatnya tahun 2018) dari jurusan Teknologi Informasi dan bagusnya lagi lulus dengan menyandang cum laude. Sebuah gelar yang tidak bisa dianggap remeh di PTN tersebut. Sejak kuliah dia sudah menggeluti jual beli tanaman dan terus berlanjut sampai saat ini. Selain itu Maman juga telah memiliki pacar yang sudah berjalan sejak pertama kali masuk kuliah.

Singkat cerita Maman bertemu dengan orang tua dari si pacar dan ngobrol-ngobrol
Ayah pacar : “Kamu benar cinta sama anak saya?”
Maman : “Iya pak, saya berniat untuk melamarnya 2 tahun lagi.”
Ayah pacar : “Kerja apa sekarang?”
maman : “Sementara ini nggak kerja, tetapi sedang memulai bisnis kecil-kecilan jual tanaman.”
Ayah pacar : “Wah kalau gak kerja, anak saya diberi makan apa nanti kalau sudah menikah?
apa kamu nikah mau modal cinta saja?”


😀 ya, cerita diatas adalah cerita fiktif belaka. Tetapi mungkin masih sering kita dengar penggalan kalimat diatas “apa kamu nikah mau modal cinta saja” di lingkungan sekitar kita entah dalam bentuk joke, cerita dari tetangga atau yang lain. 

Dan memang benar, secara harfiah cinta tidak bisa di makan, cinta yang ayah tidak bisa membuat keluarganya lapar jadi kenyang, dan seterusnya. tetapi dari sudut pandang lain, bagi saya ada hal menarik yang layak diperhitungkan dengan adanya cinta.

Bagi saya cinta adalah salah satu sumber pembangkit energi didalam diri kita. Memang benar jika cinta sang ayah tidak bisa mengubah lapar jadi kenyang keluarganya. Tapi dengan adanya cinta, sang ayah akan mengerahkan seluruh daya, upaya dan doanya agar tetap bisa memberi makan keluarganya. Dengan adanya cinta, peluh dan lelah yang telah dikeluarkan untuk membahagiakan keluarganya menjadi tidak terasa. Dan ya, dengan adanya cinta, seorang ayah sudah bisa dan mampu menghidupi keluarganya sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Akhirnya, saya percaya hanya dengan modal cinta sudah cukup untuk memulai hal yang kita inginkan. dengan benar-benar mencintai apa yang kita inginkan maka itu sudah menjadi energi yang cukup untuk menjalani apa yang kita inginkan. sehingga dengan mencintai apa yang kita kerjakan maka itu akan menjadi salah satu modal keberhasilan dari apa yang kita kerjakan. 


Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ayah saya yang telah membuktikan bahwa dengan cinta dia bisa membuat keluarga dan anak-anaknya tumbuh dan berhasil. semoga Ayah dan keluarga tetap diberi kesehatan, berkah dan kebahagiaan. amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *